Pemegang Saham

Sesuai dengan akta No.35 tanggal 29-4- 2014 (dua puluh sembilan  bulan April tahun dua ribu empat belas) yang dibuat dihadapan Notaris Agung Iriantoro SH,MH berkedudukan di Jakarta modal dasar perseroan adalah sebesar Rp.4.000.000.000,-. dengan Modal disetor yang ditetapkan sebesar Rp 1.500.000.000,- dari Jumlah tersebut telah disetor dan ditempatkan sebesar Rp. 1.500.000.000,- yang terbagi atas 1.500.000 lembar saham dengan nilai nominal per lembar sebesar Rp. 1.000,-

Penetapan modal disetor tersebut ditetapkan berdasarkan hasil RUPS yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2014 dan  telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan sesuai dengan suratnya dengan No.S-283/KO.312/2014  tanggal 20 November 2014. 

Dari jumlah modal disetor sebesar Rp 1.500.000.000,- adapun komposisi kepemilikan dari masing-masing pemegang saham yang terbagi kedalam 1.500.000 lembar saham adalah sebagai berikut;

 Tabel komposisi kepemilkan modala disetor tahun 2014

No Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal Prosentase
(Lembar) (Rupiah) Kepemilikan
1 Kopkar Bank Yudha Bhakti 765,000       765,000,000 51%
2 KUD. Sulahan 375,000      375,000,000  25%
3 KUD. Tembuku 90,000         90,000,000  6%
4 KUD. Tamanbali 90,000         90,000,000  6%
5 KUD. Wangun Urip 90,000 90,000,000  6%
6 KUD. Mertha Nadi 90,000         90,000,000  6%
Jumlah 1,500,000 1,500,000,000100%

Untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan perusahaan selama 1 (satu) periode tahun buku maka dilaksanakanlah Rapat Umum Pemegang Saham. Rapat Umum Pemegang Saham ini dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar PT. BPR Mitra Bali Muktijaya Mandiri, pasal 18 dimana dalam ayat 2 disebutkan :

  • Direksi mengajukan perhitungan tahunan yang terdiri dari Neraca dan perhitungan Laba Rugi dari tahun buku yang bersangkutan serta penjelasan atas dokumen tersebut untuk mendapat pengesahan rapat.
  • Direksi mengajukan laporan tahunan mengenai keadaan dan jalannya perseroan, hasil yang telah dicapai, perkiraan mengenai perkembangan perseroan dimasa yang akan datang, kegiatan utama perseroan dan perubahannya selama tahun buku serta rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan perseroan untuk mendapat persetujuan rapat.
  • Diputuskan penggunaan laba perseroan
  • Diputuskan hal – hal lain yang telah diajukan dengan tidak mengurangi ketentuan dalam Anggaran Dasar.

Sehingga dengan pengesahan perhitungan tahunan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada para anggota Direksi dan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2014, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam perhitungan laporan tahunan.